- Ayat-ayat Al-Quran bagaikan intan. Setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dari yang terpancar dari sudut-sudut lain. Jika Anda mempersilakan orang lain memandangnya, ia akan melihat lebih banyak ketimbang yang Anda lihat. (Abdullah Darraz).
- Al-Quran adalah pengantin wanita yang memakai cadar dan menyembunyikan wajahnya darimu. Bila engkau membuka cadarnya dan tidak mendapatkan kebahagiaan, itu karena caramu membuka cadar telah menipu dirimu sendiri, sehingga ia tampak berwajah buruk. Ia mampu menunjukkan wajahnya dalam cara apa pun yang disukainya. Bila engkau melakukan apa yang disukai dan mencari kebaikan darinya, ia akan menunjukkan wajah yang sebenarnya, tanpa perlu kaubuka cadarnya. (Jalaluddin Rumi).
- Tak seorang pun tahu rahasia
Hingga seorang mukmin
Ia tampak sebagai pembaca
Namun Kitab itu ialah dirinya sendiri.
(Mohammad Iqbal)
- Mengapa Kitab Al-Quran tidak diturunkan sekaligus? Seandainya turun sekaligus, apakah redaksinya sama dengan yang ada?
- Teks adalah naskah, bacaan, tulisan.
- Pembacaan yang berorientasi pada teks disebut tekstual, dan pembacanya disebut tekstualis.
- Konteks adalah kerangka, kondisi, latar belakang, lingkungan, seting, situasi masa turun Al-Quran dan Nabi saw bersabda.
- Pembacaan teks yang berorientasi pada konteks disebut kontekstual.
- Kontekstualisasi ialah usaha memahami teks masa lalu dengan situasi dan kondisi masa kini, dan pembacanya disebut kontekstualis.
- Argumen kontekstualisasi, bahwa Al-Quran turun 1500 tahun yang lalu, dengan situasi dan kondisi yang meliputinya, tetapi untuk sepanjang masa, termasuk masa kini.
- Nabi Muhammad saw berdakwah di Mekah 10 tahun (ayat-ayat Makkiyah) dan di Madinah 13 tahun (ayat-ayat Madaniyah).
- Nabi Musa “hijrah” ke Madyan 10 tahun.
(QS Al-Qashash/28:27).
Kontekstualisasi ayat-ayat Al-Quran
- Iqra` bismi rabbikalladzi khalaq… (96:1-5) – perintah untuk membaca apa saja, kapan saja, dan di mana saja.
- Ihdinash-shirathal mustaqim… (QS 1:6-7)
Tiga golongan manusia sepanjang masa: (1) an’amata ‘alaihim; (2) al-maghdhub ‘alaihim; (3) adh-dhallin; (1) mukmin; (2) kafir; (3) munafik.
- Qul ya ayyuhal kafirun… (QS Al-Kafirun).
- Waltakun minkum ummatun yad’una ilal khairi wa ya`muruna bil ma’ruf wa yanhauna ‘anil munkar – hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh orang berbuat benar, dan melarang perbuatan mungkar. Mereka itulah orang yang beruntung. (QS 3:104)
- Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnas ta`muruna bil ma’ruf wa tanhauna ‘anil munkar wa tu`minuna billah… – Kamu adalah umat terbaik dilahirkan untuk segenap manusia, menyuruh orang berbuat benar, dan melarang perbuatan mungkar, serta beriman kepada Allah. (QS 3:110).
- Amar makruf nahi munkar: amar jelas, makruf jelas; nahi jelas, mungkar jelas.
- Ya ayyuhalladzina amanu qu anfusakum wa ahlikum nara… – hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu; dijaga para malaikat yang keras dan tegar, tak pernah membangkang apa yang diperintahkan Allah kepada mereka, dan melaksanakan apa yang diperintahkan. (QS At-Tahrim/66:6)
- Wattaqu fitnatan la tushibannalladzina zhalamu minkum khashshatan… – jagalah dirimu dari bencana fitnah yang tidak hanya akan menimpa mereka yang jahat saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah keras sekali dalam menjatuhkan hukuman. (QS 8:25)
- Innallah la yughayyiru ma biqaumin hatta yughayyiru ma bi`anfusihim… – Sungguh, Allah tidak akan mengubah keadaan suatu bangsa sebelum mereka mengubah dirinya sendiri. (QS 13:11)
- Konteks dan kontekstualisasi doa dalam Al-Quran
- Rabbana atina min ladunka rahmah wa hayyi` lana min amrina rasyada – Ingatlah ketika para pemuda itu pergi ke gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan, anugerahilah kami rahmat dari pihak-Mu dan berikanlah kepada kami dalam perkara kami jalan yang benar.” (QS 18:10)
- Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir – Maka Musa memberi minum ternak kedua perempuan itu, kemudian ia kembali ke tempat semula ia berteduh dan berdoa, “Tuhanku, sungguh aku sangat memerlukan anugerah yang dapat Engkau turunkan kepadaku.” (QS 28:24)
- Rabbi najjini minal qaumizh-zhalimin – Musa pun lari keluar dari kota itu dalam ketakutan, sambil berjaga-jaga. Ia berdoa, “Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS 28:21)
- Rabbana afrigh ‘alaina shabran wa tsabbit aqdamana wanshurna ‘alal qaumil kafirin – setelah mereka maju menghadapi Jalut dan pasukannya, mereka berdoa, “Tuhan kami, limpahkanlah ketabahan kepada kami dan kokohkan langkah, serta tolonglah kami dengan kemenangan menghadapi golongan kafir.” – QS 2:250 (doa Raja Thalut dan Dawud).
- Rabbi adkhilni mudkhala shidqin wa akhrijni mukhraja shidqin waj’alli min ladunka sulthanan nashira. Wa qul ja`al haqqu wa zahaqal bathilu innal bathila kana zahuqa –
Katakanlah, Muhammad, “Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar, dan keluarkan aku dari jalan keluar yang benar, dan berikan aku dari pihak-Mu kekuasaan yang dapat menolongku.” Dan katakan, “Kebenaran telah datang dan kepalsuan telah binasa; sungguh, kepalsuan akan selalu binasa.” – QS 17:80-81 (doa hijrah Nabi Muhammad saw).
- Para Nabi utusan Allah adalah radikal: Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad saw. (Komaruddin Hidayat, Kompas, 3 Desember 2020).
- Hadis adalah perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad saw serta keputusannya tentang perbuatan sahabat yang diriwayatkan dan dibukukan oleh ulama.
- Tanda orang munafik tiga: (1) bila berkata bohong; (2) bila berjanji mengingkari; (3) bila dipercaya khianat.
- Man ra’a minkum munkaran falyughayyirhu biyadihi… siapa yang menyaksikan kemungkaran hendahlah mengubahnya dengan tangannya… (HR Bukhari)
- Afdhalul jihad qaulu haqqin ‘ala sulthanin ja`ir – jihad paling utama ialah menyampaikan kebenaran kepada penguasa yang menyimpang. (HR Ibnu Majah)
- Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kamu sekalian melakukan amar makruf nahi mungkar, atau Allah swt akan segera menurunkan siksa, kemudian kalian berdoa kepada-Nya tetapi tidak dikabulkan (HR Tirmidzi)
- Sesungguhnya jika masyarakat melihat kezaliman dan tidak mencegah dengan tangannya, maka Allah swt akan segera menimpakan siksa massal kepada mereka. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
- Umat ibarat penumpang sebuah kapal yang berlayar di lautan. Jika ada penumpang yang melubangi dinding kapal, maka itu mengancam keselamatan semua. (HR Bukhari)

0 Comments